Techno

Registrasi prabayar untuk mengetahui jumlah pengguna aktif seluler

Sejauh ini, belum diketahui jelas berapa jumlah pengguna aktif layanan telekomunikasi dari operator seluler. Berdasarkan informasi, untuk jumlah SIM Card yang beredar berkisar ratusan juta. Namun, hal itu belum bisa dipastikan seberapa banyak pengguna aktifnya.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah untuk melakukan registrasi prabayar yang sesuai dengan NIK dan No KK, merupakan langkah untuk mengetahui berapa banyak jumlah pengguna seluler yang aktif. Hal itu disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

“Dengan registrasi prabayar, kita akan mengetahui pelanggan ada berapa yang real di Indonesia. Operator A berapa, Operator B berapa. Jadi, saya tidak bisa mengatakan yang real itu berapa,” katanya ketika ditemui awak media usai acara XL di Jakarta.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 93 juta nomor yang sudah melakukan registrasi. Jumlah itu akan terus bertambah sampai titik di mana pengguna aktif layanan operator seluler telah melakukan registrasi.

“Jumlah 93 juta itu, jumlah terakhir yang melakukan registrasi pada Minggu tengah malam ya,” ungkap dia.

Proses registrasi prabayar ini, akan berlangsung hingga 28 Februari 2018. Diharapkan dalam waktu empat bulan sejak diberlakukannya registrasi prabayar, Oktober lalu, dapat merampungkan seluruh registrasi ataupun registrasi ulang prabayar para pelanggan operator seluler.

Sebagaimana diketahui, cara melakukan registrasi kartu perdana dilakukan dengan mengirimkan SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#. Sedangkan untuk pelanggan lama dengan formatULANG#NIK#Nomor KK#.

Informasi tersebut harus sesuai dengan NIK yang tertera di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP–el) dan KK agar proses validasi ke database Ditjen Dukcapil dapat berhasil.

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *